Showing posts with label politik. Show all posts
Showing posts with label politik. Show all posts

Friday, 23 January 2015

Bercerita tentang Drama di Negeri ini Lewat Syair-syair Satir

#SaveIndonesia.

Negeri Haha Hihi.. by Gus Mus

Meski terkesan lelucon, tapi saya lebih senang menyebutnya sebagai drama..
tapi sebelumnya, ijinkan saya untuk kali ini lebih mendalami akting peduli urusan negara.  karena biasanya cuma bilang #SayaTurut Prihatin, #GituAjaKoqRepot, #BukanUrusanSaya, #Merdeka sambil teriak #ShameOnYou #SaveKPK #SavePolri #SaveIndonesia. Ya apa boleh buat, sebagai rakyat biasa bisanya cuma begini, nyiyir sendiri saat melihat, mendengar dan merasakan apa yang terjadi akhir-akhir ini sambil muter playlist lagu-lagu berikut sebagai soundtracknya *ngeri, ironi negeri

Ketika hukum adalah permainan atas nama mengamankan kekuasaan. inilah yang terjadi..

Marjinal - Hukum Rimba


Lagi-lagi kita rakyat Indonesia disuguhkan drama perseteruan antara cicak vs buaya yang berlanjut hingga jilid 3.

Saykoji - Drama Keadilan


Kalau ini cuma drama, kepada siapa kita menaruh percaya? Jangan sampai terjebak dengan siapa benar, siapa salah..

Wednesday, 17 September 2014

Kabinet Ala Jokowi - JK. #Ribet


Kabinet pemerintahan Jokowi-JK mendatang sudah dipastikan memiliki 34 kementerian dan 3 menteri koordinator alias gagal diet/ramping (baca sebelumnya)

Kemenag bakalan hilang dari daftar kabinet

Ada yang bikin heboh dari daftar kementrian yang marak beredar di media, yaitu hilangnya nama "Kemenag". Hal ini mengundang berbagai macam tanggapan/reaksi dari masyarakat (termasuk ane). Bahkan dari PBNU selaku ormas Islam terbesar di negeri ini menyatakan untuk tidak menghapus keberadaan kemenag karena menyangkut sejarah ideologi bangsa dan menyatakan keliru besar kalo jadi menghapusnya..
Sebagai pengganti, adalah "Kementerian Haji, Zakat dan Wakaf". Padahal kementrian agama yang sebelumnya tidak sesederhana mengatur urusan haji, wakaf, dan zakat doank, yang kesannya jadi seperti kementerian 'proyek' keagamaan yang hanya mengurusi materi saja. Kementerian agama itu satu payung dan bukan hanya mengurusi agama Islam saja tapi didalamnya ada ditjen kristen, katolik,hindu,budha. Kalau memang bakal diterapkan lantas bagaimana kontrolnya terhadap agama lain yang ada di Indonesia. apakah Majelis-Majelis Umat Beragama yang akan dibentuk sebagai lembaga setingkat kementerian itu yang nantinya akan mengakomodir urusan umat beragama.
Bagaimana kemudian kedudukan Badan Wakaf Indonesia sebagai lembaga independen yang dibentuk Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2004 untuk mengurusi perwakafan dan Badan Amil Zakat Nasional yang juga dibentuk undang-undang untuk mengurusi perzakatan nasional. dua lembaga tersebut mau dikemanain?
Belum lagi ditjen pendidikan islam yang menaungi MI, MTs, MA mau dikemanain? dialihkan ke kemendikbud? Sedangkan Kemendikbud sendiri juga sudah dilebur.. apakah masuk 'Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah'? kalau begitu, bagaimana dengan pendidikan tinggi seperti UIN,IAIN,STAIN dan perguruan tinggi agama islam swasta yang sebelomnya berada dibawah kendali Kemenag melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Agama Islam (DIKTIS).
Senada dengan DIKTIS, DIKTI juga dipisahkan dari kemendikbud dan diusulkan digabung ke dalam Kemenristek yang akan menjadi 'Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi'.Padahal selama ini tujuan Ditjen Dikti digabung dengan Kemendikbud agar ada percepatan kenaikan  Angka Partisipasi Kasar (APK) siswa dari PAUD, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi.
Jangan-jangan urusan sidang isbat yang selalu menjadi agenda rutin kemenag juga nanti masuk ke kementerian pendidikan tinggi, riset dan teknologi? karena fokusnya kementerian haji, zakat dan infak ya pasti sesuai namanya itu..
Lalu, bagaimana dengan urusan "nikah"? itu kan legalisasinya harus dari KUA yang merupakan bagian dari struktur kementrian agama. dan bukan ranah haji, zakat, atau wakaf. Nah lo.. ribet kan? ato mungkin di ambil alih oleh Majelis-Majelis Umat Beragama yang akan dibentuk, sehingga terbuka peluang buat nikah beda agama.. Waduh..?!
#IMO: Ane rasa Kemenag masih sangat diperlukan untuk saat ini dan seterusnya sangat tidak bijak jika dipersempit hanya urusan haji, zakat dan infak. masih banyak urusan-urusan agama yang perlu diakomodir, karena urusan agama dan negara itu tidak bisa dipisahkan. dan salah satu fungsinya adalah untuk menangkal ideologi-ideologi seperti Sekulerisme, Pluralisme, Liberalisme dan KOMUNIS yang agaknya mulai dibangkitkan kembali di negeri ini juga penting. Ada kementerian agama saja, banyak UU/PP pro libera;/sepilis yang lolos, apalagi tidak ada! *mikir

FYI:Menurut Deputi Tim Transisi, Andi Widjayanto, ada 19 kementerian yang tidak mengalami perubahan, enam kementerian dengan nomenklatur (penamaan) baru, enam kementerian gabungan, dan tiga kementerian baru.
Liat perombakan atau revolusi kalo kata jokowi di kementriannya kelak, koq justru ribet yah..? akankah terwujud janjinya tentang "efisiensi anggaran"? Ini mah menurut ane pemborosan. untuk men-sinkron-kan budaya organisasi yang digabung itu juga butuh biaya selain waktu tentunya.
***
Semoga berita hilangnya kemenag dari daftar kabinet mendatang yang beredar di media-media itu tidak benar. Kalo emang benar adanya, mohon bapak Presiden terpilih mempertimbangkan kembali. karena ini masalah agama, sudah selayaknya minta petunjuk sama Tuhan sesuai agama bapak, jangan Tuhan yang lain ato para pembisik-pembisik yang berkepentingan. masih ada waktu koq pak sebelum dilantik, biar gak jadi bola salju liar..
Maafkan keterbatasan penafsiran dari rakyatmu ini yang selalu penasaran dan cuma bisa menerka-nerka karena kebodohannya tidak bisa menerjemahkan maksud kebijakan penguasa. Ane tidak berharap pemerintahan yang akan datang ini anti klimaks, tapi harus mampu memberikan harapan dan optimisme bagi kesejahteraan seluruh rakyatnya..

Tuesday, 16 September 2014

Mo ramping? #Mikir (Kabinet Jokowi Gagal Diet)

Mumpung lagi insomnia, pengen nuangin unek-unek akibat cekokan berita tv sore tadi.
Awalnya ane liat tv pas ada yang nayangin live pengumuman postur kabinet pada pemerintahan mendatang oleh presiden terpilih.


Dari hasil menyimak berita tersebut di dapatkan beberapa poin yang menggelitik. Diantaranya adalah sikap inkonsisten terkait janji tentang “kabinet ramping” yang digembor-gemborkan saat kampanye, we-lhadalah ternyata tetap berjumlah 34. (maksud Jokowi pengen ramping, apa daya omongannya justru rempong). Terus lagi, tentang komposisi jabatan menteri yang ternyata 18 dari profesional dan 16 dari profesional parpol. (emang beda ya..) Terlepas dari perdebatan tentang apa beda profesional dengan profesional partai,  ada pertanyaan menarik dari wartawan tentang siapa nama-nama yang bakal menduduki jabatan tersebut. Dan jawaban yang terlontar dari jokowi adalah masih belum fix. menanggapi jawaban tersebut spontan muncullah celetuk liar,"kalo belum fix, dari mana angka 18 dan 16 tersebut keluar kalo bukan dari pembagian “jatah” kursi? Nah lho..? mungkinkah ini yang dimaksud dengan "koalisi tanpa syarat"? Entahlah.. Kita tunggu saja apakah ada pengurus parpol yang masuk dalam daftar nama menteri di kabinet ato tidak. Kira-kira masih konsisten dengan janjinya nggak ya? Ato sebenarnya ini justru bahasa politik untuk menggoda partai di luar koalisi "ini lho sudah disediakan kursi 16, yang mau silahkan gabung merapat". *eh
Hmmm.. Pelantikan presiden baru negeri ini masih sebulan lagi sih. Namun geliat politik yang mengiringi selalu menarik untuk disimak dan dikomentari. *menanti puzzle misteri selanjutnya
Lalu, lelucon apalagi yang akan kita lihat besok.? Ah, sudahlah.. lagian ini juga sekedar tulisan lelucon. Gak perlu ditanggepin, cukup ketawa kalo paham maksudnya.
Sebagai pengantar tidur, mending sambil dengerin lagu melownya d'masif - ilfil (manusia tak berharga).

...
Kau Buat
Dirimu Seakan Paling Sempurna
Dan Ku Tak Tahu Apa Yang Kau Pikirkan
Yang Kau Inginkan

Dan Akhirnya
Segalanya Telah Terungkap Semua
Kau Tak Lebih Dari Manusia Tak Berharga
Aku Terluka

Nafas Benci Ku Terlahir
Saat Kemunafikan Dirimu Terungkapkan
Ooo...Jangan Pikir Aku Kan Bersedih
Meski Kau Telah Khianati Cintaku Yang Terdalam

Dan Akhirnya Segalanya Telah Terungkap Semua
Kau Tak Lebih Dari Manusia Tak Berharga
Aku Terluka

Kau Sakiti Aku
Khianati Aku
Kau Sakiti Aku
Khianati Aku
...
Zz...Zz..Zz..z.,

Tuesday, 4 March 2014

Kantor KPUD Pacitan Digeruduk Ratusan Warga


Surat suara DPR RI
       Menyambut pesta demokrasi yang tinggal sebualan lagi, persiapan untuk mensukseskan agenda lima tahunan tersebut kian dikebut. Kemarin (senin, 3 maret 2014), KPUD kab Pacitan punya gawe penyortiran dan pelipatan Surat suara. Surat suara yang akan disortir dan dilipat merupakan surat suara untuk DPR RI daerah pemilihan Jawatimur VII. Logistik surat suara tersebut datang pada hari sabtu, 1 maret 2014 berjumlah 468 boks dengan masing-masing berisi 1000 lembar kertas surat suara.
       Kegiatan penyortiran dan pelipatan surat suara tersebut mampu menyerap dan menjadikan berkah bagi ratusan warga sekitar sebagai tenaga kerja yang sifatnya musiman ini. Ratusan warga tersebut dibagi menjadi sekitar 35 kelompok dengan anggota rata-rata 5 orang per kelompok. Mereka yang bertugas adalah masyarakat yang tidak menjadi pengurus/ anggota parpol peserta pemilu 2014 tujuannya demi menjaga netralitas serta menghindari terjadinya kecurangan dan pelanggaran pemilu. Tata-tertib yang ketat juga diterapkan kepada petugas sortir dan lipat surat suara dan apabila terbukti melanggar akan diberikan sanksi (misalnya dilarang membawa tas di tempat pelipatan surat suara), sehingga diharapkan petugas mampu bersikap jujur dan bertanggung jawab.
suasana penyortiran & pelipatan surat suara di KPU
      Penyortiran dan pelipatan kertas suara tersebut dimulai pukul 08.00 wib dengan sebelumnya diberi petunjuk dan arahan dari KPU kabupaten Pacitan tentang cara pelipatan yang baik dan rapi serta meneliti surat suara serta memilih dan memilah surat suara yang baik dan surat suara yang rusak (hasil cetakan tidak bagus, berlobang, kotor dll). Hasil sortir dan pelipatan surat suara kemudian dilaporkan dan dikembalikan dengan sebelumnya petugas menghitung dan melaksanakan pengepakan sesuai dengan format dan petunjuk dari KPU. Kegiatan tersebut berlangsung sampai dengan pukul 16.00 dan rencana masih akan dilanjutkan hari ini karena surat suara yang belom disortir dan dilipat masih tersisa lebih dari setengah jumlah keseluruhan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...